Secara umum saya suka semua jenis seni bela diri. Tapi yang paling saya sukai adalah kungfu. Waktu kuliah dulu sempat dua tahun saya ikut perguruan kungfu di kampus. Nama perguruannya saya lupa. Naga… naga apa gitu. Tapi karena kesibukan dan lain hal, ya hanya dua tahun itu saja saya berlatih kungfu. Satu lagi obsesi saya yang kian tak terjangkau. Inginnya bisa mahir kungfu, paling tidak menguasai beberapa senjata seperti toya, pedang dan nunchaku. Nunchaku itu kalo bahasa padangnya double stik
.
Kalau ingat masa-masa kecil dulu, saya sering main berantem-beranteman sama teman. Bahkan waktu SMA dulu masih sering tanding main-main sama teman. Sangking terobsesi berat dengan olahraga bela diri, kadang saya suka nendang-nendang bantal sendiri. Bahkan kadang kakak dan adik saya, saya tendang… Hehe, becanda
.
Karena kesukaan saya terhadap seni bela diri, sepertinya hampir semua film tentang seni bela diri tidak pernah saya lewatkan. Film-filmnya Jackie Chan, dari film-film kungfu jadulnya sampe film terbarunya yang main bareng Jet Li, The Forbiden Kingdom. Filmnya Jet Li, seperti Once upon a Time in China (I, II, III, yang IV dan V yang main bukan Jet Li, kalu ga salah Stefen Zou), Born To Win, Shaolin Kungfu, The One dan masih banyak lagi. Film-filmnya Jean Claud Van Damme, seperti Blood Sport, Hard Target dan lainnya. Only The Strong-nya Mark Dacascos, dengan Capoeranya. Film-filmnya Donny Yen, Sammo Hung. O iya satu lagi legeda kungfu, Bruce Lee. Hampir semua filmnya dah ditonton.
Dulu waktu UFC (Ultimate Fighting Championship) di TPI, saya juga tidak melewatkannya. Jadi Inget Sama Royce Gracie. Badannya tidak terlalu kekar, tapi dia bisa mengalahkan lawan-lawannya yang lebih kekar darinya dengan ilmu kunciannya dari seni bela diri Brazilian Jiujitsu. Sejak saat itu jadi tertarik dengan Brazilian Jiujitsu. Sempet cari perguruannya, tapi tidak ada yang deket rumah. Akhirnya ga kesampaian untuk coba Brazilian Jiujitsu.
Kata Orang UFC itu olahraga yang berutal. Memang benar sih, tapi saya lebih respek melihat ini dari pada melihat tauran anak-anak SMP, anak kuliahan. Dan pertikaian lainnya, yang kalau dilihat penyebabnya mungkin cuma karena masalah sepele. Lebih baik UFC, walaupun keras tapi sportif. Walaupun begitu, tidak akan saya izinkan anak-anak saya kelak untuk menonton tayangan seperti itu, sampai sudah cukup umurnya nanti.
DIarsipkan di bawah: Hobi & Minat | Tagged: bela diri, kungfu


“Bahkan kadang kakak dan adik saya, saya tendang… Hehe, becanda
” <—- yayaya… sudah sempat beberapa kli jd sansakk… kauuu..
Huhuhu…. udah lama ndak nonjok-kabur situhh.. nonjok-kabur : abis nonjok trus kabur.. ngabritt terbirit2.. kekekekek…
Bow.!! you should watch kung fu panda… A MUST SEEN MOVIE!! buruan nonton yak…;)
dah nonton filmnya
jadi kayak nonton biografi sendiri….
)