Sumber : http://layar.suaramerdeka.com/index.php?id=313
Beberapa tahun yang lalu, diadakan sebuah olimpiade khusus untuk anak-anak cacat mental di Seattle, Amerika Serikat. Saat itu diadakan pertandingan lari jarak pendek 100 meter.
Sembilan pelari telah bersiap-siap di tempat start masing-masing. Ketika pistol tanda pertandingan dinyalakan, mereka semua berlari sekuat tenaga meski tidak tepat berada di garis lintasannya masing-masing, namun semua berlari dengan wajah gembira menuju garis finish dan berusaha untuk memenangkan pertandingan.
Di tengah jalannya pertandingan, seorang anak laki-laki tersandung dan jatuh berguling beberapa kali. Ia lalu menangis dan berhenti berlari.
Delapan orang pelari yang lain mendengar tangisan anak itu, lalu mereka memperlambat lari mereka dan menoleh ke belakang. Mereka semua berbalik dan malah berlarian menuju anak lelaki yang terjatuh ditanah itu.
Semuanya, tanpa terkecuali.
Seorang gadis kecil di antara mereka menunduk, memberikan sebuah ciuman kepadanya dan berkata, “Semoga ini membuatmu merasa lebih baik.” Kemudian kesembilan pelari itu bergandengan tangan, berjalan bersama menyelesaikan pertandingan menuju garis finish.
Seluruh penonton yang ada di stadion berdiri, memberikan salut selama beberapa lama. Mereka yang berada disana saat itu masih saja tak bosan-bosannya memberikan salut tepuk tangan atas kejadian itu.
Tahukah Anda mengapa? Karena di dalam diri kita masing-masing tahu, bahwa di dalam hidup ini tak ada yang lebih berharga daripada kemenangan bagi kita semua, untuk kita bersama. Terkadang kita mesti mengalah untuk kepentingan yang lebih besar, demi kita semua. (DS/)
DIarsipkan di bawah: Artikel | Ditandai: bersama, kemenangan, lari, lomba, lomba lari




nice post bro… tenks for sharing… ^_^
[...] Terakhir Lomba Lari « a… di Secangkir Cahaya kampanye damai pemil… di Gila Caleg – Caleg … [...]