Roti Cane Kuah Kecap ala Octa

Sudah beberapa hari ini ditinggal istri  dan anak ke jakarta. Harus bisa mengerjakan segala sesuatunya sendiri nih.

Kemarin malam, kebetulan pesanan roti cane setengah matang istriku dianter oleh anak tetangga depan rumah. Malam itu sebenarnya sih saya sudah makan, tapi sepertinya roti canenya layak untuk dicicipi.

Dimulai dengan mempersiapkan alat-alat masak. Ada teflon,  sendok penggorengan, panci kecil untuk masak kuahnya.    Pada saat itu roti cane masih dalam keadaan dingin. Berfikir bagaimana caranya agar roti cane yang digoreng ini tidak terlalu garing.  Akhirnya memutuskan dengan menggoreng roti cane dengan api kecil lalu ditutup dengan penutup penggorengan.  Kemudian saya tinggal keruang tv, sambil sekali-kali melihat dan membolak balik roti canenya agar tidak gosong. Tidak terlalu lama akhirnya roti cane siap diangkat.

Setelah itu, menyiapkan bahan untuk membuat kuahnya. Biasanya roti cane disuguhkan dengan kuah kari, tapi karena tidak ada kuah karinya, saya coba buat kuah ala saya sendiri. Waktu dijakarta dulu saya sering makan roti cane pake kuah kecap.  Itu loh, seperti saus sambal kecap yang disajikan kalau kita makan ikan bakar, cuma ini lebih banyak airnya. Rasanya manis, asin dan pedas.

Dengan sedikit kreatifitas, saya coba untuk membuat saos kecapnya, sambil diingat-ingat apa saja bahannya. Ada irisan bawang bombainya,cabe rawit dan  tomat.  Kebetulan cuma ada bawang bombainya saja. Untuk memberikan rasa pedas, saya tambahkan saos sambal botol. Lalu saya beri sedikit merica bubuk.

Jadi, saus kecap kreasi saya sendiri itu  bahan-bahannya ya cuma, air secukupnya, kecap secukupnya, saos sambal secukupnya, merica secukupnya, irisan bawang bombai. Setelah semua tercampur, saya masak sampai airnya mendidih.

Hidangan siap disantap. Kreekkkk… gigitan pertama terasa. Lah kok jadi keras begini, sisinya sudah seperti makan biskuit. Seharusnya kan lembut dan krispi. Untungnya kuahnya lumayan. Walaupun kurang memuaskan, tapi tetap harus saya habiskan.

Paginya, saya coba lagi. Tentunya dengan teknik menggoreng roti cane yang berbeda. Saya gunakan api sedang. Beri sedikit minyak, lalu saya bolak balik roti cane sampai agak kecoklatan. Prosesnya tidak terlalu lama, tidak seperti teknik menggoreng yang tadi malam.

Dan hasilnya……………. wah, lembut dan krispi. Lumayan untuk sedikit mengganjal perut sebelum bermain futsal. Dan ini bisa jadi cerita buat istriku nanti.

Tinggalkan Balasan