Sudah direncanakan dari jauh-jauh hari, hari selasa kemarin waktunya pulang ke jakarta. Pesawat ke jakarta pukul 15.25. Hari itu, sebelum pulang ada tugas kantor yang mesti dikerjakan. Rekonsiliasi ke satker. Sebenarnya hari itu tidak ada jadwal untukku, tapi ada permintaan untuk bantu teman disana.
Waktu sudah menunjukkan pukul 13.30. Seharusnya sudah harus berangkat ke bandara. Karena sebelum kebandara mesti mengantarkan pembantu terlebih dulu untuk dititipkan dirumah teman.Tapi baru sekitar pukul 13.45 baru bisa keluar. Dengan persaan tidak enak karena ada beberapa bagian kerjaan yang belum selesai, saya izin untuk pulang lebih dulu. Sebagian tugas itu saya delegasikan ke teman.
Karena dikejar waktu, semuanya jadi serba terburu-buru. Sampai kantor, minta diantar teman ke bandara. Sampai dibandara sekitar pukul 15.00. Dan karena terburu-buru ada satu kotak oleh-oleh pesanan orang tua yang tertinggal di kantor. Langsung saya telpon teman dikantor untuk mengantarkannya segera ke bandara. Sudah begitu, saking terburu-burunya, hampir saja kehilangan HP. Saya cek disemua saku baju dan celana, HPku tidak ada. Saya ingat-ingat kemungkinan tertinggal di tempat cek-in. Langsung saya berlari ke sana. Kata petugasnya HPnya ada diruang sekuriti. Kemudian saya berlari keruang sekuriti, dan Alhamdulillah HPnya masih ada.
Uh, terburu-buru memang menyebalkan. Secara pribadi mungkin sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Tapi karena sesuatu dan lain hal, mau tidak mau akhirnya harus terjebak juga dalam kondisi terburu-buru. Terburu-buru memang menyebalkan, walaupun tetap harus dilalui.
DIarsipkan di bawah: Umum | Ditandai: sabar, terburu-buru


